BASIS DATA

BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R

Konsep Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi. Sistem basis data merupakan ruang lingkup yang lebih luas dari basis data. 
Sistem basis data memuat sekumpulan basis data dalam suatu sistem yang mungkin tidak ada hubungan antara satu dengan yang lain, tetapi secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah sistem yang didukung oleh komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras (Hardware), Sistem Operasi (Operating System), basis data (Database), DBMS (Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis data dan set perangkat lunak (software) untuk pengelolaan basis data.

Konsep Model Data

Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data tersebut untuk para pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3 mcacam yaitu :

  1. Model Data Berbasis Objek (Object based data model) Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model. Model Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafik tertentu.
  2. Model Data berbasis Record (Record Based Data Model) Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah Relational model. Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan pada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan mempresentasikannya ke dalam betuk tabel-tabel yang terdiri atas sejumlah baris yang menunjukkan record dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.
  3. Physical Based Data Model Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record dalam basis data. Model ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.

Bahasa Basis data

Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan, mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :

1. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka dari basis data yang meliputi :
  1. Membentuk basis data, tabel, indeks.
  2. Mengubah struktur table.
  3. Menghapus basis data, tabel atau indeks.

2. DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan
data pada basis data yang meliputi :
  1. Menambahkan atau menyisipkan data baru ke basis data
  2. Mengelolah data yang tersimpan dalam basis data (query)
  3. Mengubah dan menghapus data dalam basis data.

3. DCL (Data Control Language) digunakan untuk pengaturan hak akses pengguna pada basis data yang meliputi :
  1. Menugaskan hak akses terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna.
  2. Membatalkan hak akses pengguna terhadap basis data

4. EntityRelationship Diagram (ER-D) Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan direlasikan antar data di dalamnya.

1. Komponen ER Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan hubungan yang terjadi diantara dua entitas.

a. Entitas (Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait di dalam sistem. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau hal yang keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
  1. Entitas Reguler Entitas ini disebut juga entitas dominan (strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang lain. Contoh: Mahasiswa, Matakuliah.
  2. Entitas dependen Entitas ini disebut juga entitas tidak bebas/independen atau entitas lemah (weak entity) atau entitas subordinat. Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas reguler). Contoh: Matakuliah konsentrasi, bergantung pada entitas Matakuliah.
  3. Entitas super type dan sub type Entitas super type merupakan entitas yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi yaitu membawahi atau mempunyai entitas bagian yang lebih rendah. Contoh: Entitas Karyawan.
  4. Entitas sub type merupakan entitas yang lebih rendah yaitu entitas yang menjadi entitas bagian dari entitas lain. Contoh : Entitas karyawan tetap dan karyawan tidak tetap

b. Atribut (Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam database. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Contoh : mahasiswa mempunyai atribut nim, nama, jurusan, kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut berisi sebuah komponen/nilai/elementer. Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tahun masuk = 2013
  2. Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai. Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.

c. Kerelasian antar entitas (Entity Relationship)
Mendefiniskan hubungan antara 2 buah entitas. Jenis kerelasian antar entitas dibagi mejadi 3 sebagai berikut :

1. Kerelasian jenis satu ke satu (one to one), kerelasian terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi sebuah kejadian atau transaksi pada kedua entitas.

Gambar 1.1 Relasi satu ke satu.


Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.

2. Kerelasian banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan hanya memungkinkan terjadi satu kali dalam entitas pertama dan dapat terjadi lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.

a. Satu ke banyak (one to many) 
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak.


b. Banyak ke satu (many to one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B.
Gambar 1.3  Relasi banyak ke satu.

3. Kerelasian jenis banyak ke banyak (many to many) Kerelasian jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan kedua.
Gambar 1.4 Relasi banyak ke banyak

Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.

2. Langkah-langkah Membuat ER Diagram
Untuk membuat ER Diagram secara lengkap dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Identifikasikan setiap entitas yang terlibat.
  2. Lengkapi masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
  3. Tentukan primari key dari masing-masing entitas.
  4. Identifikasikan setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel daftar kerelasian antar entitas.
  5. Gambarkan simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak bertabrakan.
  6. Cek ER Diagram yang terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.

STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)

A. SQL (Structured Query Language)

SQL merupakan suatu bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute) yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.

B. Elemen SQL

Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.

a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan kepada DBMS (Database Management System). SQL memiliki kira-kira 30 pernyataan. Beberapa pernyataan dasar SQL dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1 Pernyataan SQL

Pernyataan

Keterangan

CREATE

Menciptakan basis data, tabel atau indeks

ALTER

Mengubah struktur tabel

DROP

Menghapus basis data, tabel atau indeks

COMMIT

Mengakhiri sebuah eksekusi transaksi data

ROLLBACK

Mengembalikan ke keadaan semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan

INSERT

Menambahkan sebuah baris pada tabel

UPDATE

Mengubah nilai pada sebuah baris

SELECT

Memilih baris dan kolom pada tabel

DELETE

Menghapus baris pada tabel

GRANT

Menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna

REVOKE

Membatalkan hak terhadap basis data



Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :
  1. Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
  2. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
  3. Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : GRANT, REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL

b. Nama
Nama digunakan sebagai indentitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek oada DBMS adalah tabel, kolom dan pengguna.

c. Tipe Data
Setiap data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL.

Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik

Tipe

Keterangan

Range Nilai

TINYINT

Nilai integer yang sangat kecil

Signed : -128 s.d 127

Unsigned : 0 s.d 255

SMALLINT

Nilai integer yang kecil

Signed : - 32768 s.d 32767

Unsigned : 0 s.d 65535

MEDIUMINT

Integer dengan nilai medium

Signed : -8388608 s.d 8388607

Unsigned : 0 s.d 16777215

INT

Integer dengan nilai standar

Signed : -2147483648 s.d 2147483647

Unsigned : 0 s.d 4294967295

BIGINT

Integer dengan nilai besar

Signed : -9223378036854775808 s.d 9223372036854775807

Unsigned : 0 s.d 18446744073709551615

FLOAT

Bilangan desimal dengan single-precission

Minimum 1.175494351e-38 maksimum + 3.402823466e+38

DOUBLE

Bilangan desimal dengan double-precission

Minimum 2.2205738585072014e-308 maksimum 1.7976931348623457e+308

DECIMAL(M,D)

Bilangan float (desimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang disimpan dalam satu kolom, N adalah jumlah digit dibelakang koma.

Tergantung pada nilai M dan D.



Keterangan : 
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data numerik 
Signed : Data yang disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negatif dan postifi.
Unsigned : Digunakan agar data yang dimasukkan bukan data negatif (>=0). Tipe data float tidak dapat dinyatakan dengan Unsigned.

Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter.

Tipe

Keterangan

Ukuran Maksimum

CHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n

I M byte

VARCHAR(n)

String karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n

1 M byte

TINYBLOB

BLOB (Binary Large Object) yang sangat kecil

28-1 byte

BLOB

BLOB berukuran kecil

216-1 byte

MEDIUMBLOB

BLOB berukuran sedang

224-1 byte

LONGBLOB

BLOB berukuran besar

232-1 byte

TINYTEXT

String teks yang sangat kecil

28-1 byte

TEXT

String teks berukuran kecil

216-1 byte

MEDIUMTEXT

String text berukuran medium(sedang)

224-1 byte

LONGTEXT

String text berukuran besar

232-1 byte

ENUM

Enumerasi, kolom dapat diisi dengan satu member enumerasi

655355 anggota

SET

Himpunan kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan

64 anggota himpunan


Tabel 2.4 Tipe data tanggal dan jam.

Tipe

Range

Format

DATE

“1000-01-01” s.d “9999-12-31”

“0000-00-00”

TIME

“-832:59:59” s.d “838:59:59”

“00:00:00”

DATETIME

“1000-01-01 00:00:00” s.d “9999-12-31 23:59:59”

“0000-00-00 00:00:00”


d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi menjadi 2 :
  1. Konstanta bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
  2. Konstanta bertipe karakter : 'Teknik Informatika'
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan desimal adalah berupa tanda titik.

e. Operator Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh suatu nilai dari hasil
perhitungan.
Contoh: harga*jumlah+2 Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi aritmatika 

Tabel 2.5 Simbol Ekspresi Aritmatika

Simbol

Keterangan

*

Perkalian

/

Pembagian

+

Penjumlahan

-

Pengurangan

%

Sisa pembagian


f. Operator Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan informasi dengan kriteria tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada operator relasi :

Tabel 2.6 Simbol Operator Relasi

Simbol

Keterangan

=

Sama dengan

> 

Lebih besar

< 

Lebik kecil

>=

Lebih besar atau sama dengan

<=

Lebih kecil atau sama dengan

<> 

Tidak sama dengan


g. Operator Logika
Operator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan NOT

Tabel 2.7 Operator Logika

Simbol

Keterangan

NOT atau !

Sebagai negasi atau pembalik nilai

OR atau ||

Atau

AND atau &&

Dan


h. Operator Pembanding

Tabel 2.8 Operator Pembanding

Simbol

Keterangan

IS NOT NULL

Apakah sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)

IS NULL

Apakah sebuah nilai adalah kosong (null)

BETWEEN

Apakah sesuatu nilai di antara dua batasan nilai

IN

Apakah suatu nilai berada di dalam pilihan yang ada

NOT IN

Apakah suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada

LIKE

Apakah suatu nilai dengan kriteria tertentu

NOT LIKE

Apakah suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu.


i. Aggregate Functions (Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah subprogram yang menghasilkan suatu nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistik standar yang dikenakan pada suatu tabel atau query.

  1. SUM(ekspresi) Fungsi ini digunakan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel
  2. AVG(ekspresi) Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata nilai dalam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG umumnya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom dengan tipe data numerik.
  3. COUNT(x) Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record (baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin dicari jumlah barisnya.
  4. MAX(ekspresi) Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terbesar dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki tipe data numerik. 
  5. MIN(ekspresi) Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki tipe data numerik.

65 MySQL ( My Structured Query Language )

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).

Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :
  1. Kecepatan, MySQL mempunyai kecepatan paling baik dibanding RDBMS lainnya.
  2. Mudah di gunakan, perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relatif mudah dingat dan diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa standar database.
  3. Open source, MySQL sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya di publikasikan kepada pemakai.
  4. Kapabilitas, MySQL mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta record, 60.000 tabel dan 5.000.000.000 juta baris.
  5. Biaya murah, pemakai dapat menggunakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama mengikuti konsep open source.
  6. Keamanan, MySQL menerapkan sistem keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dukungan dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.
  7. Lintas platform, MySQL dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi di antaranya yaitu Linux, Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM's AIX.


b. Melakukan Koneksi ke MySQL :

Cara 1 :

1. Melalui DOS Prompt, masuk ke direktori utama MySQL dengan cara sebagai berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah)
C:/> cd c:\appserv\mysql\bin

2. Setelah itu ketikkan perintah berikut (yang diketik hanya yang digari bawah) :
C:\appserv\mysql\bin>mysql -u root -p













3. Selanjutnya akan ada respon dari server seperti gambar berikut : 












Gambar 2.14 Koneksi ke MySQL Melalui DOS Prompt

Tampilan tersebut di atas menandakan bahwa telah berhasil melakukan koneksi ke server.

Cara 2 :

1. Dari menu Start > All Programs > MySQL > MySQL Server 5.0 >MySQL Command Line Client, maka akan muncil tampilan seperti berikut ini :








Gambar 2.15 Koneksi ke MySQL Melalui Command Line Client.

2. Masukkan Password yang telah ditentukan pada saat instalasi yaitu : umsida, jemudain tekan enter.

c. Merubah Prompt MySQL :

Rubahlah nama prompt MySQL dengan nama dan nim masing-masing mahasiswa.
Sintax:
Mysql> prompt prakDB/nama( 3 nim terakhir ) > (spasi) (enter)














DATA DEFINITION LANGUAGE (DLL)

A. Data Definiton Language (DLL) 
DLL merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atributatribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. 

Perintah

Keterangan

Create Database

Membuat basis data

Drop Database

Menghapus basis data

Create Table

Membuat tabel 

Alter Table

Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel 

Drop Table

Menghapus tabel dari basis data

Create Index

Membuat Index

Drop Index

Menghapus Index


B. Perintah-perintah DDL

Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data Definition Language :

a. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase; 

Dimana : 
Nama database yang dibuat tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat basis data dengan nama perpustakaan : 

mysql> create database perpustakaan;

b. Menampilkan daftar Database
Untuk menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah : 
 
SHOW DATABASES; 
 
Berikut ini perintah untuk menampilkan daftar basis data: 
 
mysql> show databases; 

c. Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis data yang sudah dibuat. Syntax :  
 
DROP DATABASE namadatabase; 
 
Dimana : 
Database yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama perpustakaan : 

Mysql> drop database perpustakaan; 

d. Mengaktifkan Database
Sebelum membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah : 
 
USE namadatabase; 
 
karena database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat kembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan database tersebut dengan perintah : 
 
Mysql> use perpustakaan;

e. Membuat Tabel
Dalam basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk membuat table Syntaxnya adalah : 
 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]), 
Field2 TipeData2 ([lebar]), 
... 
Field3 TipeData3 ([lebar]) 
); 

Keterangan : 
Nama tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi harus menggunakan tanda penghubung ( nama_tabel ). Field1 merupakan atribut pertama dan TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika ingin membuat tabel dengan atribut lebih dari satu, maka setelah pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).  
 
Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang : 
 
mysql> create table pengarang ( 
    kode_pengarang varchar(5),
nama_pengarang varchar(35)); 

Syntax tambahan : 
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk melihat hasilnya dapat digunakan perintah : 
 
Mysql> SHOW TABLES;  

Untuk melihat struktur tabel yang telah dibuat (dalam hal ini buku) syntaxnya adalah : 
 
DESC namatabel; 
 
Contoh: 
Mysql> desc pengarang; 

f. Mendefinisikan null/not null
Ketika membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus diisi. Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identikasi sehingga tidak boleh kosong. 
 
Syntax : 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL, 
Field2 TipeData2 ([lebar]) NOT NULL, 
... 
Field3 TipeData3 ([lebar]) 
); 
 
Contoh: 
 
mysql> create table pengarang ( 
kode_pengarang varchar(5) not null,    
nama_pengarang varchar(35) not null); 

a. Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu atribut ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tersebut tidak diisi oleh pengguna. Syntax : 
 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]), 
Field2 TipeData2 DEFAULT nilai 
); 
Dimana nilai adalah nilai default dari atribut tersebut. 
 
Contoh: 
 
Mysql> create table buku ( 
    Kode_buku varchar(5) not null,     Judul_buku varchar(15) not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),    
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5)); 

b. Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di dalam database berfungsi sebagai  suatu cara untuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.  
 
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian. 
 
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key. Berikut ini adalah Syntax 
membuat primary key untuk Field1 
 
Cara 1 : 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]) NOT NULL PRIMARY KEY, 
Field2 TipeData2 ([lebar]) 
); 
 
Cara 2 : 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]), 
Field2 TipeData2 ([lebar]), 
PRIMARY KEY(Field1) 
); 
 
Cara 3 : 
ALTER  TABLE  namatabel  ADD  CONSTRAINT 
namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom); 
 
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe datanya varchar(15) dengan mendefinisikan nilai not null dan primary key untuk atribut kode_pengarang : 

Contoh 1 : 
Mysql> create table pengarang ( 
Kode_pengarang varchar(5) not null primary key, 
Nama_pengarang varchar(15) not null); 

Contoh 2 : 
Mysql>create table pengarang (
Kode_pengarang varchar(5) not null, 
Nama_pengarang varchar(15) not null, 
primary key (kode_pengarang)); 

Contoh 3 : 
Mysql> create table pengarang ( 
    Kode_pengarang varchar(5) not null,     Nama_pengarang varchar(15) not null); 
 
penambahan primary key : 
Mysql> alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang); 

c. Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah : 

Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table : 
ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint; 
 
Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table : 
ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY; 
 
Berikut ini perintah yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku : 
Mysql> alter table pengarang drop primary key; 

d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key. 
 
Untuk membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk (tabel induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih dahulu. Perintah yang digunakan sebagai berikut : 
CREATE TABLE namatabel 
Field1 TipeData1 ([lebar]), 
Field2 TipeData2 ([lebar]), 
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk 
(namafieldinduk)ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION 
 
atau 
 
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY (namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE 
ON DELETE NO ACTION; 
 
Berikut ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya : 
 
Mysql> create table buku ( 
    Kode_buku varchar(5) not null primary key, 
    Judul_buku varchar(15) not null,
integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),    
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5), 
Foreign key(kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action); 

atau 
 
Mysql> create table buku ( 
Kode_buku varchar(5) not null primary key, 
Judul_buku varchar(15) not null, 
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang varchar(5),
kode_penerbit varchar(5)); 
mysql> alter table buku add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action; 

e. Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus dengan perintah : 
 
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;  
 
Berikut ini perintah untuk menghapus foreign key pada tabel buku : 
 
Mysql> alter table buku drop foreign key fk; 

f. Mengubah Atribut Baru Pada Tabel
Tabel yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan adalah ALTER TABLE. 
 
Menambah Atribut Baru Pada Tabel 
Syntax : 
ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe; 
 
Dimana : 
namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya. Fieldbaru adalah nama atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan ditambahkan. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe data varchar(25) ke dalam tabel buku : 
 
Mysql> alter table buku add keterangan varchar(25); 

Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada Tabel
Syntax : 
ALTER TABLE namatabel MODIFY COLUMN field tipe; 
 
Dimana : namatabel adalah nama tabel yang akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field adalah atribut yang akan diubah tipe data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama dengan lebar atribut yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data untuk atribut keterangan dengan char(20) : 
 
mysql> alter table buku modify column keterangan char(20); 

Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel 
Syntax : 
ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya; 
 
Dimana : 
namatabel adalah nama tabel yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah atribut yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut, tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk mengubah nama atribut keterangan menjadi ket : 
 
mysql> alter table buku change column keterangan ket char(20);

Menghapus Atribut (Field)  Pada Tabel
Syntax : 
ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom; 
 
Berikut ini perintah untuk menghapus atribut ket pada tabel buku : 
 
Mysql> alter table buku drop ket;

g. Menghapus Tabel
Tabel sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax  sebagai berikut:  
 
DROP TABLE namatabel; 
 
Tabel yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, berikut ini perintah untuk menghapus tabel dengan nama pengarang : 
 
Mysql> drop table buku;

DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 

PENDAHULUAN   

Pada pokok bagasan ini akan dibahas mengenai data manipulation language (DML), dimana data pada basis data dapat di kelolah dan dimanipulasi dengan menggunakan perintah insert, select, update, dan delete. Setelah mempelajari materi ini diharapkan 
mahasiswa mampu : 
  1. Mahasiswa mampu memasukkan data ke tabel di MySQL. 
  2. Mahasiswa mampu memanipulasi data dalam basis data di MySQL. 
  3. Mahasiswa mampu melakukan query dalam basis data di MySQL. 

PENYAJIAN (TUTORIAL) 

A. Data Manipulation Language (DML) 

Data Manipulation Language (DDL) merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data maupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data. Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah : 
  1. Melakukan pencarian kembali data lama, 
  2. Penyisipan data baru ke dalam tabel 
  3. Penghapusan data 
  4. Pengubahan data 
  5. Menampilkan data dengan kriteria tertentu 
  6. Menampilkan data secara terturut. 

DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 
  1. Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedura; adalah dBase III, FoxBase. 
  2. Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query Language) atau Query By Example (QBE).

B. Perintah DML sebagai berikut : 

a. INSERT 

Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel. Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu : 
Cara 1
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap kolom tanpa menyertakan struktur tabel : 

 INSERT INTO namatabel VALUES (nilai,nilai2,nilai-n); 
 
Cara 2
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam mengisi data pada setiap kolom : 

INSERT INTO namatabel (kolom,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n) 

Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel buku : 
Cara 1
Mysql>  insert into buku values (‘B001’,’Sistem Basis Data’,25000,’2004’,’P001’,’T001’); 



Cara 2
Mysql> insert into pengarang 
(kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit) values (‘B002’,’Sistem Informasi’,50000,’2003’,’P001’,’T001’); 





Keterangan : 
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001, Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilaiya diapit dengan tanda petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda. 

 

b. UPDATE 

Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu tabel. 
Syntax : 
Update namatabel SET kolom1 = nilai1,kolom2=nilai2[WHERE kondisi]; Perintah dalam tanda[] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut : 

Mysql> select *from buku; 







Contoh 1 : Mengubah semua nilai pada kolom judul_buku menjadi ‘Basis Data’ : 

Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data’; 





Contoh 2 : Mengubah nilai pada kolom judul_buku menjadi Basis Data 
Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 : 

Mysql> update buku set judul_buku=’Basis Data Terpadu’ where kode_buku=’B001’; 


c. SELECT 

Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya. 

1) Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*) 
Syntax : SELECT * FROM namatabel; 
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku : 
Mysql> select * from buku; 







2) Menampilkan data untuk kolom tertentu 
Syntax : SELECT kolom1,kolom2.kolom-n FROM namatabel; 
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku : 
Mysql> select kode_buku from buku; 











3) Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE 
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi; 
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 : 

Mysql> select * from buku where kode_buku=’B001’; 












Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE selain “=” adalah : > (lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator lain yaitu : AND, OR, NOT, BERWEEN-AND, IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada pada tabel pengarang: 

Mysql> select * from buku; 
 
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai 
harga berkisar dari 25000 hingga 50000 : 

Mysql> select * from buku where harga >=25000 and harga<=50000; 








Atau  

Mysql> select *from buku where harga between 25000 and 50000;

 




Contoh 2 : Perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 : 

 Mysql> select * from buku where harga=25000 or harga=50000; 
 






Atau 

Mysql> select * from buku where harga in(25000,50000); 









Contoh 3 : Perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data : 

Mysql> select * from buku where not judul_buku=’Basis Data Terpadu’; 






Atau 

Mysql> select * from buku where judul_buku<>’Basis Data Terpadu’; 







Contoh 4 : Isi tabel buku 

Mysql> select * from buku; 








Perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana data pada kolom tertentuk diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ : 

Mysql> select * from buku where judul_buku like ‘B%’; 







4) Memberikan nama lain pada kolom 
Syntax : 
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel; 

Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang : 

Mysql> select judul_buku as judul from buku; 








5) Menggunakan alias untuk nama tabel 
Syntax : 
SELECT nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias; 
 
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel buku : 

Mysql> select j.judul_pengarang, j.harga from buku j; 









6) Menampilkan data lebih dari dua tabel 
Syntax : 
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n; 

Isi tabel pengarang : 

Mysql> select * from pengarang; 










Isi tabel buku : 

Mysql> select * from buku; 







Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel pengarang dan buku : 

Mysql> select * from pengarang, buku; 

7) Operator comparison ANY dan ALL 
a. Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE Ilustrasinya: 
Gaji > ANY (S) Jika subquery S menghasilkan G1, G1 ....., Gn, maka kondisi diatas identik dengan : 
(gaji > G1) OR (gaji >G2) OR .... OR (gaji>Gn) Contoh : Perintah untuk menampilkan semua data pengarang yang harga bukunya bukan yang terkecil: 

Mysql> select * from buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang); 






b. Operaor ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquerry. Kondisi dnegan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquerry tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadaphasil subquerry. 
Contoh: Perintah untuk menampilkan data pengarang yang harganya paling tinggi: 

Mysql> select * from buku where harga >= ALL (select kode_pengarang from pengarang); 

8) Aggregate Functions (COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX) 
a. COUNT 
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris suatu kolom pada tabel Contoh : Perintah untuk menghitung jumlah baris kolom 
kode_buku pada tabel buku: 

Mysql> select count(kode_buku) from buku; 








b. SUM 
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai suatu kolom pada tabel. Contoh: Perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom 
harga pada tabel pengarang: 

Mysql> select sum(harga) from buku; 









c. AVG 
Perintah yang digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai-nilai suatu kolom pada tabel, Contoh : Perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang : 

Mysql> select avg(harga) from buku; 
 



 



d. MIN 
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil dari suatu 
kolom pada tabel. 
Contoh : Perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari kolom harga 
pada tabel buku: 

Mysql> select min(harga) from buku; 








e. MAX 
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar dari suatu kolom pada tabel. 
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar 
dari kolom harga pada tabel buku : 

Mysql> select max(harga) from buku; 









9) SQL dengan GROUP BY dan HAVING 
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan data. 
Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut : 

Mysql> select * from buku; 







Akan ditampilkan hanya kolom tahun_masuk dan digabungkan dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk pada tabel buku : 

Mysql> select sum (jml_buku) from buku group by tahun_terbit; 







Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan. Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom 
tahun_masuk yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan kelompoknya harus lebih besar dari satu pada tabel buku : 

Mysql> select kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku) >=1;






10) ORDER BY 
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki, Contoh : Perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul : 

Mysql> select * from buku order by judul; 







Atau tambahkan ASC  untuk pengurutan secara ascending (menaik) 

Mysql> select * from buku order by judul asc; 







Atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending (menurun) 

Mysql> select * from buku order by judul desc; 








d. DELETE 
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax : 

DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];
 
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk memghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut : 

Mysql> select * from buku; 








Contoh 1 : Jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel pengarang :
 
Mysql> delete from buku; 





Contoh 2 : Jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘B001’ pada 
kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut : 

Mysql> delete from buku where kode_buku=’B001’; 




Contoh 3 : Jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai ‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut : 

Mysql> delete from buku where judul_pengarang=’Basis Data Terpadu’; 




  • List Manga Chapter