ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

STRUKTUR DATA, ARRAY, POINTER, DAN STRUKTUR 

PENDAHULUAN  

Pada pokok bahasan ini berisi penjelan disertai contoh mengenai konsep struktur data,array,pointer,dan struktur yang menjadi pemahaman dasr bagi mahasiswa sebelum mempelajari struktur data, dimana konsep array, pointer,dan struktur digunakan untuk mempresentasikan sebuah struktur data, diharapkan mahasiswa dapat: 
a. Mengetahui konsep dasar struktur data. 
b. Memahami knsep array,pointer,dan struktur. 

PENYAJIAN (TUTORIAL) 

A. Konsep Dasar Struktur Data 

Struktuk data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempuyai karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus pengguna atau pengakses data. Struktuk data bertujuan agar cara mereprentsikan data dalam membuat program dapat dilakuian secara efesien dalam pengolahan di memori dan pengolahan penyimpanan dari program ke storage juga lebih mudah dilakukan. 

B. Konsep Dasar Array 

Array adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulan elemen tersebut mempunyai susunan yang teratur. Jmlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe data yang sama. Jenis-jenis array : 

1. Array Satu Dimensi 

Struktur array suatu dimensi dapat di deklarasikan dengan bentuk umum berupa: tipe_var nama_var [ukuran]; Dengan:  
  • Tipe_var: untuk menyatakan jenis elemen array (misalnya int,char,unsigned) 
  • Nama_var: untuk menyatakan nama variable yang dipakai 
  • Ukuran: untuk menyatakan jumlah maksimal elemen array. 
Contoh : float nilai_ujian [5]; 

2. Array Dua Dimensi 

Tipe data array dua dimensi bisa digunakan ntuk menyimpan, mengolah maupun menampilkan suatu data dalam bentuk table atau matriks. Untuk mendeklarasikan array agar dapat menyimpan data adalah :  

Tipe_var_nama_var[ukuran1][ukuran2]; 
Dimana :  
- Ukuran 1 menunjukkan jumlah /nomor baris. 
- Ukuran 2 menunukan jumlah /nomor kolom. 
Jumlah elemen yang di milki array dua dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian : 
Ukuran1 X ukuran2. 

Seperti halnya pada array satu dimensi, data array dua dimensi akan ditempatkan pada memori secara berurutan. 

3. Array multidimensi/Dimensi Banyak 

Array berdimensi banyak atau multidimensi terdiri dari array yang tidak terbatas hanya dua dimensi saja. Bentuk umum pendeklarasian array multi dimensi adalah : tipe_var nama_var [ukuran1][ukuran2]…[ukuran]; 
Contoh : int data_angka [3][6][6]; Yang merupan array tiga dimensi  

Mengakses Elemen Array : 
Dalam bahasa c++, data array akan disimpan dalam memori pada alokasi yang berurutan. Element utama biasanya mempunyai indeks bernilai 0. Contoh : Float nilai_tes[5]; Jika pada contoh diatas, variable nilai_tes mempunyai 5 elemen, maka elemen pertama mempunyai indeks sama dengan 0, elemen kedua mempunayi indeks 1, dan seterusnya.  Bentuk umum pengaksesan suatu elemen variable array adalah :  
Nama_var[indeks]; 
Gambar berikut memperhtiakan urutan komponen array dalam memori. Untuk variable array nilai_tes: 

Gambar 1.1 struktur array satu dimensi 

Inisialsasi Array : 
Array dapat di inisialisasikan secara langsung saat pertama kali dideklarasikan  (efesiensi untuk array dimensi sedikit). 
Contoh : int X[2]={1,2} 

Array dapat di deklarasikan terlebih dahulu, baru kemudian diisi elemennya. 
Contoh :  
Int X[2]; 
X[0]=1; 
X[1]=2; 

C. Konsep Dasar Pointer 

Pointer adalah sebuah variable yang berisi alamat variable yang lain. Satu pointer dimksudkan untuk menunjuk kesuatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variable dapat diketahui dengan mudah. Deklarasi ponter : 



Oprator pointer :  
- Oprator ‘&’ ; untuk mendapatkan alamat memori operand/variable ponter. 
- Oprator ‘*’ : untuk mengakses nilai data operand/variable pointer. 

D. Konsep Dasar Struktur 

Struktur adalah koleksi dari variable yang dinyatakan sebuah nama, dengan sifat setiap variable dapat memiliki tipe yang berlainan. Struktur bisa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi yang berkaitan menjadi sebuah satu kesatuan. Contoh sebuah struktur adalah informasi data tanggal, yang berisi tanggal, bulan, dan tahun. 

Mendeklarasikan Struktur : 
Contoh pendefinisian tipe data struktur  adalah : 
struct data_tanggal 
{int tanggal; 
Masing-masing tipe dari elemen struktur dapat berlainan. Adapun variable_struktur1 sampai dengan variable_struktur M menyatakan bahwa variable struktur yang dideklarasikan bisa lebih dari satu. Jika ada lebih dari satu variable, antara variable struktur dipisahkan dengan tanda koma. 

Mengakses Elemen Struktur: 
Elemen dalam struktur dapat diakses dengan mengguanakan bentuk: 
Variable_struktur.nama_field Antara variable_struktur dab nama_field dipisahkan dengan oprator titik (disebut oprator anggota struktur). Contoh berikut merupakan intruksi untuk mengisikan 
data pada field tanggal: 
 tgl_lahir.tangg 
al=30int 
bulan; 
int tahun; 
}; 

Yang mendefinisikan tipe bernama data_tanggal, yang terdiri dari tiga buah elemen berupa tanggal, bulan, dan tahun. Bentuk umum dalam mendefenisikan struktur adalah : 
Struct nama_tipe_struktur 
Tipe 
field1; 
Tipe 
field2; 
Tipe 
field3; 
}variabel_struktur1..... variabel_strukturM; 


LINKED LIST (SENARAI) 

PENDAHULUAN 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai struktur data senarai (list) yang pembahasannya meliputi definisi dan representasi list, jenis-jenis list serta operasi- operasi dasar pada list. Sehingga setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :  
a. Menjelaskan definisi dan representasi list. 
b. Mengetahui jenis-jenis list. 
c. Memahami operasi-operasi pada list. 

PENYAJIAN (TUTORIAL)  

Linked List adalah sejumlah objek atau elemen yang dihubungkan satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu list. Sedangkan objek atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data (variabel) yang dijadikan satu kelompok atau structure atau record yang dibentuk dengan perintah struct. Untuk menggabungkan objek satu dengan lainnya, diperlukan paling tidak sebuah variabel yang bertipe pointer. Syarat linked list adalah harus dapat diketahu alamat simpul pertama atau biasa dipakai variabel First/Start/Header. Struktur dasar sebuah list seperti gambar berikut :  

Gambar 2.1 List Tunggal 

Istilah-istilah dalam linked list :  
- Simpul Simpul terdiri dari dua bagian yaitu : 
a. Bagian data 
b. Bagian poin ter yang menunjuk ke simpul berikutnya 

- First/Header 
Variabel First/Header berisi alamat (pointer)/acuan (reference) yang menunjuk lokasi simpul pertama linked list, digunakan sebagai awal penelusuran linked list.  

- Nil/Null 
Tidak bernilai, digunakan untuk menyatakan tidak mengacu ke manapun.  

- Simpul Terakhir (Last) 
Simpul terakhir linked list berarti tidak menunjuk simpul berikutnya. Tidak terdapat alamat disimpan di field pointer (bagian kedua dari simpul). Nilai null atau nil disimpan di field pointer di simpul terakhir. 

Jenis-jenis linked list : 
List Kosong  
List kosong hanya terdiri dari sebuah penunjuk elemen yang berisi NULL (kosong), tidak memiliki satu buah elemen pun sehingga hanya berupa penunjuk awal elemen berisi NULL.  

List Tunggal  
List tunggal adalah list yang elemennya hanya menyimpan informasi elemen setelahnya (next), sehingga jalannya pengaksesan list hanya dapat dilakukan secara maju. List tunggal terbagi menjadi tiga jenis yaitu list tunggal dengan kepala (first), list tunggal dengan kepala (first) dan ekor (tail), serta list tunggal yang berputar.  

Gambar 22 List Tunggal dengan Kepala dan Ekor, List Tunggal Berputar 

List Ganda  
List ganda adalah sebuah list yang elemennya menyimpan informasi elemen sebelumnya dan informasi elemen setelahnya, sehingga proses penelusuran list dapat dilakukan secara maju dan mundur. List ganda terbagi menjadi tiga jenis yaitu list ganda dengan kepala (first), list ganda dengan kepala (first) dan ekor (tail), serta list ganda yang berputar.  

Gambar 2.3 List ganda dengan Kepala, List ganda dengan Kepala dan Ekor 

Operasi Dasar pada Linked List :  
IsEmpty : Fungsi ini menentukan apakah linked list kosong atau tidak.  
Size : operasi untuk mengirim jumlah elemen di linked list.  
Create : operasi untuk penciptaan list baru yang kosong.  
Insertfirst : operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul pertama.  
Insertafter : operasi untuk penyisipan simpul setelah simpul tertentu. 
Insertlast : operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul terakhir.  
Insertbefore : operasi untuk penyisipan simpul sebelum simpul tertentu.  
Deletefirst : operasi penghapusan simpul pertama.  
Deleteafter : operasi untuk penghapusan setelah simpul tertentu.  
Deletelast : operasi penghapusan simpul terakhir. 

STACK (TUMPUKAN) 

PENDAHULUAN  

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai struktur data tumpukan atau stack, dimana stack merupakan suatu kumpulan data yang seolah-olah ada data yang diletakkan di atas data yang lain. Setelah memepelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu untuk :  
a. Mengetahui dan memahami definisi stack. 
b. Memahami operasi-operasi dasar stack. 
c. Memahami representasi statis dan dinamis stack. 

PENYAJIAN (TUTORIAL)  

Stack adalah kumpulan elemen elemen yang tersimpan dalam suatu tumpukan. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu:  
- Penyisipan selalu dilakukan" di atas" TOP 
- Penghapusan selalu dilakukan pada TOP 

Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu, TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi, elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen Stack tersusun secara LIFO (Last In First Out).  

Seperti halnya jika kita mempunyai sebuah tumpukan buku, agar tumpukan buku itu 
tidak ambruk ketika kita mengambil sebuah buku di dalam tumpukan itu maka harus 
diambil satu per satu dari tumpukan yang paling atas dari tumpukan.  


Perhatikan bahwa dengan definisi semacam ini, representasi tabel sangat tepat untuk mewakili stack, karena operasi penambahan dan pengurangan hanya dilakukan disalah satu ujung tabel.  

Beberapa contoh penggunaan stack adalah pemanggilan prosedur, perhitungan ekspresi artimatika, rekursifitas, backtracking, penanganan interupsi, dan lain-lain. Karakteristik penting stack sebagai berikut :  

1. Elemen stack yaitu item-item đata di elemen stack 
2. TOP (elemen puncak dari stack) 
3. Jumlah elemen pada stack 
4. Status/kondisi stack, yaitu : 

- Penuh 
Bila elemen di tumpukan mencapai kapasitas maksimum tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke tumpukan. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.  

- Kosong 
Bila tidak ada elemen tumpukan. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen tumpukan. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow. 

Stack memiliki operasi – operasi pokok sebagai berikut : 
Push : Untuk menambahkan item pada tumpukan paling atas. 

void Push (ItemType x, Stack *S) 
 if (Full (S)) 
 Printf("Stack FULL") 
 else 
 { 
 S->Item[S->Count]=x; 
 ++(S->count); 
 } 
Pop : Untuk mengabil item teratas. 
int Pop (Stack *S, ItemType x) 
 if (Empty (S)) 
 Printf("Stack Kosong") 
 else 
 { 
 ++(S->Count); 
 x=s->item(s->count); 
 } 

Clear : Untuk mengosongkan stack. 
void InitializeStack (Stack S) 
 return (S->Count==0); 
IsEmpty : Untuk memeriksa apakah stack sudah penuh. 
int Empty (Stack *S) 
 return (S->Count==0) 
IsFULL : Untuk memeriksa apakah stack sudah penuh. 
int FULL (Stack*S) 
 return (S->Count==MAXSTACK); 

Representasi stack :  
- Representasi statis 
Stack dengan representasi statis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang dialokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka stack dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh. Ilustrasi stack dengan representasi statis dapat dilihat pada gambar 3.2: 

Gambar 3.2 Representasi Stack Statis 

 
- Representasi dinamis 
Stack dengan representasi dinamis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen yang dialokasikan pada memori. Ilustrasi stack dengan representasi dinamis dapat dilihat pada gambar 3.3 :  


Gambar 3.3 Representasi Stack Dinamis 

Karena semua operasi pada sebuah stack diawali dengan elemen yang paling atas maka jika menggunakan representasi dinamis saat elemen ditambahkan akan menggunakan penambahan elemen pada awal stack (addfirst) dan saat pengambilan atau penghapusan elemen menggunakan penghapusan di awal stack (delfirst). 

QUEUE (ANTRIAN) 

PENDAHULUAN 

Pada pokok bagasan ini akan dibahas mengenai antrian atau queue, dimana struktur data ini hampir sama dengan tumpukan atau stack yang merupakan struktur data yang linier. Perbedaannya adalah pada operasi penambahan dan pengurangan pada ujung yang berbeda. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu : 
a. Mengetahui dan memahami definisi antrian. 
b. Memahami operasi-operasi dasar pada antrian. 
c. Memahami representasi statis dan dinamis pada antrian. 

PENYAJIAN (TUTORIAL)  

Antrian adalah suatu kumpulan data yang penambahan elemennya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung (disebut sisi belakang atau REAR), dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain (disebut sisi depan atau FRONT). Prinsip yang digunakan dalam antrian ini adalah FIFO (First In First Out) yaitu elemen yang pertama kali masuk akan keluar pertama kalinya. Penggunaan antrian antara lain simulasi antrian di dunia nyata (antrian pembelian tiket), sistem jaringan komputer (pemrosesan banyak paket yang datang dari banyak koneksi pada suatu host, bridge, 
gateway), dan lain-lain. 

Gambar 4.1 Ilustrasi Antrian dengan 8 

Elemen Karakteristik penting antrian sebagai berikut :  
a. Elemen antrian yaitu item-item data yang terdapat dalam antrian. 
b. Head/front (elemen terdepan antrian). 
c. Tail/rear (elemen terakhir antrian). 
d. Jumlah antrian pada antrian (count). 
e. Status/kondisi antrian, ada dua yaitu : 

- Penuh 
Bila elemen di antrian mencapai kapasitas maksimum antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke antrian. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.  

- Kosong 
Bila tidak ada elemen antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan  elemen antrian. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.   

Operasi-operasi pokok pada antrian diantaranya adalah :  
1. Create Membuat antrian baru. 
  • NOEL(CREATE(Q)) = 0  
  • FRONT(CREATE(Q)) = tidak terdefinisi  
  • REAR(CREATE(Q)) = tidak terdefinisi  

2. IsEmpty Untuk memeriksa apakah Antrian sudah penuh atau belum. 
  • ISEMPTY(Q) = True, jika Q adalah queue kosong.  

3. IsFull mengecek apakah Antrian sudah penuh atau belum. 
  • ISFULL(Q) = True, jika Q adalah queue penuh.  
4. Enqueue/Insert menambahkan elemen ke dalam Antrian, penambahan 
elemen selalu ditambahkan di elemen paling belakang.  
  • REAR (INSERT(A,Q)) = A  
  • ISEMPTY (INSERT(A,Q)) = FALSE  

Algoritma QINSERT :  
a. IF FRONT = 1 AND REAR = N, OR IF FRONT = REAR + 1, THEN 
OVERFLOW, RETURN  

b. IF FRONT := NULL, THEN 
SET FRONT := 1 AND REAR := 1  
ELSE IF REAR = N,  
THEN SET REAR  
:= 1  
ELSE  
SET REAR := REAR+1  

c. SET QUEUE[REAR] := ITEM 

d. RETURN 

5. Dequeue/Remove untuk menghapus elemen terdepan/pertama dari 
Antrian. Algoritma QDELETE :  
a. IF FRONT := NULL, THEN UNDERFLOW, RETURN 
b. SET ITEM := QUEUE[FRONT] 
c. [FIND NEW VALUE OF 
FRONT] IF FRONT = REAR, THEN  
SET FRONT := NULL AND REAR ;=  
NULL ELSE IF FRONT = N, THEN  
SET FRONT :=1  
ELSE  
SET FRONT := FRONT+1  
d. RETURN 

Representasi queue :  
Representasi statis Queue dengan representasi statis biasanya diimplementasikan dengan menggunakan array. Sebuah array memiliki tempat yang dialokasikan diawal sehingga sebuah elemen yang dimasukkan dalam sebuah array terbatas pada tempat yang ada pada array. Karena menggunakan array maka queue dengan representasi statis dalam mengalami kondisi elemen penuh. Ilustrasi queue dengan representasi statis dapat dilihat pada gambar :  

Gambar 4.2 Representasi Queue Statis 

Representasi dinamis :
Queue  dengan  representasi  dinamis  biasanya  diimplementasikan  dengan  menggunakan pointer yang menunjuk pada elemen-elemen yang dialokasikan pada memori. Ilustrasi queue dengan representasi dinamis dapat dilihat pada gambar :  

Gambar 4.3 Representasi Queue Dinamis 


REKURSIF 

PENDAHULUAN 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai rekursif. Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :  
a. Mengetahui dan memahami definisi rekursif. 
b. Memahami sifat-sifat rekursif. 
c. Mengaplikasikan rekursif. 

PENYAJIAN (TUTORIAL)  

Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri, artinya fungsi tersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri. Contoh menghitung nilai factorial. Rekursif sangat memudahkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks. Sifat-sifat rekursif :  Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali. Sedikit lebih efisien dari iterasi tapi lebih elegan. Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.  Data yang berada dalam method tersebut seperti argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggilnya diselesaikan.  

SORTING (PENGURUTAN) 

PENDAHULUAN 

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :  
a. Menunjukkan beberapa algoritma dalam pengurutan. 
b. Menunujukkan bahwa pengurutan merupakan suatu persoalan yang bisa diselesaikan dengan sejumlah algoritma yang berbeda satu sama lain.  
c. Dapat memilih algoritma yang paling sesuai untuk menyelesaikan suatu permasalahan pemrograman. 

PENYAJIAN 

Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk Menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertentu. Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses pengurutan yaitu :  
  • Urutan naik (ascending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar.  
  • Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling besar sampai paling kecil. Contoh : data bilangan 5, 2, 6, dan 4 dapat diurutkan naik menjadi 2, 4, 5, 6 atau diurutkan turun menjadi 6, 5, 4, 2.
Pada data yang bertipe char, nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang lain di dasarkan pada urutan relative (collating sequence) seperti dinyatakan dalam tabel ASCII. Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurut yaitu :  
Data mudah dicari, mudah untuk dibetulkan, dihapus, disisipi atau digabungkan dalam keadaan terurutkan, kita mudah melakukan pengecekan apakah ada data yang hilang. Misalnya kamus bahasa, buku telepon. Mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang kali.  

Beberapa faktor yang berpengaruh pada efektifitas suatu algoritma pengurutan 
antara lain :  
Banyak data yang diurutkan. Kapasitas pengingat apakah mampu menyimpan semua data yang kita 
miliki. Tempat penyimpanan data, misalnya piringan, pita atau kartu, dll.  

Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya sebagai berikut :  
1. Bubble Sort 
Bubble Sort adalah suatu metode pengurutan yang membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen berikutnya. Apabila elemen sekarang > elemen berikutnya, maka posisinya ditukar. Kalau tidak, tidak perlu ditukar. Diberi nama “Bubble” karena proses pengurutan secara berangsur-angsur bergerak/berpindah ke posisinya yang tepat, seperti gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda. Proses Bubble Sort :  

Data paling akhir dibandingkan dengan data di depannya, jika ternyata 
lebih kecil atau besar maka tukar sesuai dengan ketentuan (descending atau 
ascending). Dan pengecekan yang sama dilakukan terhadap data yang 
selanjutnya sampai dengan data yang paling awal.  

Gambar 6.1 Langkah 1 Bubble Sort 

Gambar 6.2 Langkah 2 Bubble Sort 



Algoritma Bubble Sort : 
1. I = 0 
2. Selama (i<N-1) kerjakan baris 3 sampai 7 
3. J=N-1 
4. Selama (j>=i) kerjakan baris 5 sampai 7. 
5. Jika (Data[j-1] > Data [j]) maka tukar Data [j-i] dengan Data [j] 
6. j=j-1 
7. i=i+1 

Prosedur yang menggunakan metode gelembung : 
void BubbleSort() 
int i,j; 
for(i=1; i<Max-1; i++) 
for(j=Max-1; j>=i; j-) 
if(Data[j-1]>Data[j]) 
Tukar(&Data[j-1], &Data[j]); 

2. Selection Sort 
Metode seleksi melakukan pengurutan dengan cara mencari data yang terkecil kemudian menuukarkannya dengan data yang digunakan sebagai acuan atau sering dinamakan pivot. Selama proses, pembandingan dan pengubahan hanya dilakukan pada indeks pembanding saja, pertukaran data secara fisik terjadi pada akhir proses. Proses pengurutan dengan metode seleksi dapat dijelaskan sebagai berikut :  

A. Langkah pertama dicari data terkecil dari data pertama sampai data 
terakhir. Kemudian data terkecil ditukar dengan data pertama. 
Dengan demikian, data pertama sekarang mempunyai nilai paling 
kecil dibanding data yang lain.  

B. Langkah kedua, data terkecil kita cari mulai dari data kedua 
sampai terakhir. Data terkecil yang kita peroleh ditukar dengan 
data kedua dan demikian seterusnya sampai semua elemen dalam 
keadaan terurutkan.  

Gambar 6.4 Langkah Selection Sort 

Algoritma seleksi dapat dituliskan sebagai berikut : 
1. i=0 
2. selama (i<N-1) kerjakan baris 3 sampai dengan 9 
3. k=i 
4. j=i+1 
5. selama (j<N) kerjakan baris 6 dan 7 
6. jika (Data [k] >Data [j] Maka k = j 
7. j=j+1 
8. Tukar Data [i] dengan Data [k] 
9. i=i+1 

Dibawah ini merupakan prosedur yang menggunakan metode seleksi : 
Void selection() 
Int i,j,k; 
For(i=0; i<max-1; i++) 
 { 
 K=I; 
 For(j=i+1; j<max; j++) 
 If(Data[k]>Data[j] 
 K=j; 
 Tukar (&Data[i], &Data[k]); 
 } 

3. Merger Sort 
Algoritma Merger Sort ialah algoritma pengurutan yang berdasarkan pada strategi divide and conquer. Algoritma ini terdiri dari dua bagian utama, pembagian list yang diberikan untuk di-sert ke dalam beberapa sublist yang lebih kecil, dan sort (mengurutkan) dan merge (menggabungkan) sudlist-sublist yang lebih kecil ke dalam list hasil yang sudah diurutkan. Pembagian bisa dikatakan cukup mudah karena sublist-sublist tersebut  dibagi ke dalam dua sublist yang ukurannya adalah setengah dari ukuran  semula. Hal ini terus diulang sampai sublist itu cukup kecil untuk di-sor?  secara efisien (umumnya telah terdiri dari satu atau dua elemen). 

Dalam  langkah merge dua sud/ist disatukan kembali dan diurutkan pada saat yang sama. Algoritma untuk merge sort ialah sebagai berikut : 

A. Untuk kasus n=1,maka table a sudah terurut sendiirinya (langkah solve) 

B. Untuk kasus n>1,maka: 
a. DEVIDE: bagi table a menjadi dua bagian,bagian kiri dan bagian kanan, masing-masing bagian berukuran n/2 elemen. 
b. CONQUER:secara rekursif,terapkan algoritma D-dan-C pada masing-masing bagian. 
c. MERGE:gabung hasil pengurutan kedua bagian sehingga diperoleh table a yang terurut. 


REFERENSI  

  • Fachrurrozi M., Modul Praktikum Struktur Data, Laboratorium Universitas Brawijaya Malang, Malang, 2006.  
  • Haryanto Bambang, Struktur Data, Informatika, Bandung, 2008. 
  • Kristanto Andi, Struktur Data dengan C++, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2009. 
  • Warni Elly, Buku Bahan Ajar Struktur Data, Universitas Hasanuddin, 2012. 
  • List Manga Chapter